kungin bebunga mekar
mewarna taman jadi indah
mengharumkan lelangit, oh awan yang merintih duka
runtuhkanlah decakan kagum yang mengulum
biar kuyakin pula, bebunga jadi mekar
kucoba tawar isak kuntumku
langit, entahlah mengapa jadi tak cerah
berderai puluhan angin menerpa
tampak badai telah melarung dari sana
dan lihat,
peputik bunga berserakan
juga mahkotanya
menunggu kematian yang sebentar
sebentar lagi akan datang
leladang5, 5 Juni 2007
06 Januari 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)





2 komentar:
siram bro biar mekar lagi
bang,sebenarnya puisi itu untuk apa?untuk siapa?penulis atau pembaca?karena pada umumnya puisi adalah akrobat kata-kata yang sulit di pahami.
"ia"
Poskan Komentar